Kita terpanggil menjadi pendoa. Haleluya

Rabu, 10 Oktober 2012

"Menu Baru"

Lebih dekat dengan member, Blog Jaringan Doan Nasional Rajawali (JDNR) Gereja Pentakosta Indonesia siapkan "MENU BARU".

PUJI TUHAN...

Bapak/Ibu/Sdra/i member group dan pengunjung blog JDNR!!!
Selengkapnya...

Senin, 08 Oktober 2012

Belajar ber Prioritas


Oleh: Bpk Pdt H Simbolon. Gembala Sidang GPI Kota Pujian, Tambun-Bekasi

Nats Firman Tuhan: Kis 27: 14-21

Badai adalah persoalan yg anda hadapi. Berapa persentase iman yg anda gunakan untuk menyelesaikannya?. Membiarkan kapal terombang ambing?, dan  ternyata itu bukan penyelesaian.

Karna akan tetap dalam keadaan yang sama. Hingga hanyut ke pulai kecil. Ketika krisis dalam hidup terjadi, anda hanya menyerah dan terombang-ambing. Maka hanya cuma sekoci kecil yg anda bisa kuasai. Dan ketika anda mulai berfikir bahwa itu solusi, ternyata anda kembali kepada keadaan yang sama yaitu 'terapung apung'..
Selengkapnya...

Kamis, 04 Oktober 2012

HIDUP YANG BERKEMENANGAN

Oleh: Bpk Pdt BF Sihombing. Pimpinan Sidang GPI Batu Aji Lama-Batam, Koordinator Pembantu Umum GPI Wilayah Batam

“Barang siapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan
menjadi anak-Ku. (Wahyu 21:7)
Selengkapnya...

Minggu, 30 September 2012

Jangan Menjadi Gereja IKLANISME

Foto Bapak Ketua saat berkhotbah di Sinode 2011
Oleh Rev Dr MH Siburian, M.Min. Disampaikan pada ibadah Pemilihan Panitia Natal Bersama GPI Kota Medan Sekitarnya, 9 September 2012 di GPI Sidang Helvetia-Medan

Nats: II Kor. 12:1-10
12:1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan  yang kuterima dari Tuhan.  
Selengkapnya...

Kamis, 20 September 2012

MENEMPATKAN DIRI DENGAN BAIK

Oleh: Bpk St Lomser Hutabalian, S.Th. GPI Sidang Tembesi-Batam



Yosua 14:1-5 
“Inilah semuanya yang diterima oleh orang Israel sebagai milik pusakadi tanah Kanaan, yang telah dibagikankepada orang Israeloleh imam Eleazar,dan Yosua bin Nun dan para kepala kaum keluarga dari suku-suku mereka,dengan mengundimilik pusaka itu, seperti yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa mengenai suku-sukuyang sembilan setengah itu.
Selengkapnya...