Kita terpanggil menjadi pendoa. Haleluya
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

NAIK ke RUMAH BAPA

Oleh: Rev DR MH Siburian, M.Min

“…BAHWA  SEKARANG AKU AKAN PERGI KE RUMAH BAPA-KU DAN BAPA-MU, KEPADA ALLAH-KU DAN ALLAH-MU…” (YOHANNES 20: 17b).

                Alkitab mencatat beberapa kejadian “kenaikan “ ke angkasa diantara kurun waktu yang sangat panjang. Tersebutlah Henokh orang “ yang bergaul dengan Allah selama beratus-ratus tahun” tiba-tiba diangkat oleh Allah, proses pengangkatan ini tidak dijelaskan secara mendetail (Kej 5:24), Henokh diangkat oleh Allah tanpa melalui proses kematian lebih dahulu.
Selengkapnya...

Selasa, 08 Oktober 2013

IMAN DALAM TAWANAN ROH

Oleh: Yulia Purba
(Juara I Kategori RENUNGAN, pada Kontes Menulis Gen Muda GPI Tingkat Nasional Tahun 2013)
GPI Sidang Tangerang
Pekerjaan: Mahasiswi

IBRANI 11 : 7

“Karena IMAN,  maka Nuh—dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatandengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya, dan karena IMAN itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran sesuai IMANnya.”
Selengkapnya...

Rabu, 25 September 2013

Iblis = Neraka

OLeh: Vita Insani Br Siahaan
Pemudi GPI Sidang Amplas-Medan
Juara - III Kategori Renungan

Sadarlah dan berjaga-jagalah ! Lawanmu,
Si iblis, berjalan keliling sama seperti
Singa yang mengaum-aum dan mencari
Orang yang dapat ditelannya (1 Ptr 5:8 )

Bacaan : Efesus 6:10-20
Selengkapnya...

Minggu, 08 September 2013

Berpegang pada Pengharapan...

Oleh:  Safatulus Giawa, Sidang Hiliweto-Nias.  Juara Harapan-I Kategori Renungan Pada  Kontes Menulis Gen Muda GPI Tingkat Nasional Tahun 2013

Ayat  : Ibrani 10:3

Ayat Pendukung : Roma 15:13;Mzm. 100:5

Berpegang adalah kata perintah untuk tidak melepaskan genggaman kepada suatu benda yang telah terjamin kekuatannya.  Pengharapan merupakan bagian terbesar dari Iman. Pengharapan merupakan suatu bentuk tindakan atau perbuatan yang tidak berhenti dan selalu sabar  menantikan suatu janji yang kekal.  Dalam hal ini, janji itu jelas ada keberadaannya namun  kapan datang dan kapan akan diterima belum ditentukan kapan waktunya.
Selengkapnya...

Sabtu, 07 September 2013

"..Aku gagal.."

Oleh:  Rohani Siburian, Sidang Saguba-Batam
Juara Harapan-II Kategori Renungan, pada Kontes Menulis Gen Muda GPI Tingkat Nasional Tahun 2013

Yeremia 29:11, “Bukankah Aku sendiri tahu rencana – rencanaKu bagi kamu?  Rencana-rencana itu bukan untuk mencelakakan kamu, tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan”
Selengkapnya...

Kamis, 05 September 2013

70 Tahun Gereja Pentakosta Indonesia

Oleh:  Lamsida Situmorang, A.Md

(Juara Tiga pada Kontes Menulis Gen Muda GPI Tingkat Nasional Tahun 2013)

70 Tahun…
Perjalanan yang cukup panjang dilalui
Ya 70 tahun….
Gereja pentakosta Indonesia bertumbuh dalam banyak situasi

Berdiri oleh karena perjuangan
Perjuangan bpk Pdt. Ev. Renatus Siburian..
Dari Rumah ke Rumah, dari desa ke desa
Diberkati Tuhan menjadi ratusan ribu orang di selamatkan
Selengkapnya...

Rabu, 10 Juli 2013

Kontes Menulis Gen Muda GPI


“…Muda, Kreatif, Cerdas dan Cinta Tuhan…”

Berhadiah Total Jutaan Rupiah + Sertifikat

Media internet atau sering kita sebut Dunia Maya, sebagai sesuatu yang netral bisa kita gunakan untuk hal yang positif maupun yang negatif.   Saat ini banyak anak muda yang terjerumus kepada penyalahgunaan media internet, sehingga bisa merusak mental, sifat dan karakter dan dalam jangka panjang akan merusak masa depan anak muda itu sendiri. Tetapi pada waktu yang sama banyak anak Muda yang dengan cerdas mempergunakan fasilitas media internet bukan saja untuk mendukung pekerjaan, bisnis bahkan sampai media menyebarkan Injil Kerjaan Allah.
Selengkapnya...

Senin, 08 April 2013

ELI, ELI, LAMA SABAKHTANI


Itulah seruan Yesus di kayu salib beberapa saat menjelang kematian-Nya, arti seruan itu adalah : ”Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku”(Matius 27:46 b). Rasanya seruan itu menggambarkan satu perjuangan menghadapi maut dalam kesendirian. Sorga diam dan tidak bereaksi ketika kematian itu masuk kedalam “makluk kekal” yang rela menjadi manusia yang “fana”. Dengan demikian kematian nampaknya berhasil menunjukkan “Super Powernya”. Sebelum akhirnya dikalahkan dengan kebangkitan Yesus.
Selengkapnya...

Jumat, 04 Januari 2013

Kita sambut 2013

Shalom........

Kami mengucapkan Selamat Tahun Baru 2013 kepada para sahabat sekalian.


Memasuki ruang dan waktu yang baru ini, mari kita:
Selengkapnya...

Kamis, 06 Desember 2012

Dimana Gereja, saat Vihara dan Masjid “bersinar”??

Oleh Admin
Sebuah Refleksi menjelang Natal..
Menarik untuk direnungkan, apa yang dikatakan oleh tim PMI Kota Medan saat melakukan sosialisasi Aksi Sosial Donor Darah disela-sela GR Natal Bersama GPI Kota Medan, beberapa waktu lalu di GPI sidang Tanjung Gusta. Menurut mereka, data mebuktikan bahwa Vihara dan Mesjid jauh lebih banyak melakukan aksi-aksi soasial dan kemanusiaan dibandingkan dengan gereja. Hal itu terjadi dari dulu hingga dua tahun yang lalu. Sedangkan dua tahun terakhir, gereja sudah mulai menggeliat dan berpartisipasi dalam kegiatan2 kemanusiaan seperti bantuan bencana alam, aksi sosial donor darah, pembuatan pengobatan gratis, operasi katarak dan kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya.
Selengkapnya...

Minggu, 25 November 2012

Yang belum kita tahu ttg P E L A Y A N A N

Oleh: Bpk Pdt Nainggolan, Pimpinan Sidang GPI Jl Sungkono Surabaya-Jawa Timur

Natas: 1 Korintus 11:23-26

11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan. yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru  yang dimeteraikan oleh darah-Ku;  perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"
11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 

Selengkapnya...

Selasa, 13 November 2012

Silent is Gold

Nats Firman Tuhan:  Mazmur 141:3

"...Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku..."

Ada 3 (Tiga) tahap test yang harus lulus sebelum menggosip/menceritakan atau berbicara banyak kepada orang lain:

=> Apakah yang akan kita sampaikan adalah benar-benar BENAR?

=> Apakah yang akan kita sampaikan itu adalah tentang sesuatu yang BAIK?

=> Apakah yang akan kita sampikan itu BERGUNA bagi yang mendengar?
 
Kalau tidak, STOP dan jangan dilanjutkan!!!

Tuhan Memberkati!!!

HALELUYA!!!!
Selengkapnya...

Minggu, 28 Oktober 2012

INGAT: Berkat dijamin oleh Tuhan, asalkan....

Disampaikan pada Ibadah peletakan Batu Pertama GPI Sidang Hutabaru-Medan
Oleh: Bpk Pdt Drs JW Panjaitan, S.Th. Bendahara Umum Gereja Pentakosta Indonesia, Koordinator Pembantu Umum GPI Kota Medan dan Sekitarnya

Nats Firman Tuhan: II Tawarikh 7:12-14

Kemudian TUHAN menampakkan  diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya: "Telah Kudengar doamu dan telah Kupilih  tempat ini bagi-Ku sebagai rumah persembahan.
Selengkapnya...

Minggu, 21 Oktober 2012

Berakar, dibangun, bertambah teguh dan bersukur

Oleh: Bpk Pdt Situmorang-GPI Sidang Negeri Lama, Labuhan Batu

Nats Firman Tuhan: Kolose 2:7
"....Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur..."

Selengkapnya...

Jumat, 19 Oktober 2012

Menjadi TUAN atas uang

Oleh: Bpk Pdt L Pardede, Pimpinan Sidang GPI Mabar-Medan, 
Disampaikan pada Kebaktian kaum Ibu GPI Kota Medan Sekitarnya, 12 Oktober 2012 di GPI Bagan Deli, Gabion-Belawan

Nats Firman Tuhan: I Tim 6:10;
Selengkapnya...

Senin, 15 Oktober 2012

Berani ber IMAN

Oleh: Admin. Disampaikan pada pelayanan di GPI Sidang Mabar, Jumat 12 Oktober 2012

Nats Firman Tuhan: Daniel 3:17-18, Kej 22:5b

"...Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan  kami , maka Ia akan melepaskan  kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan  itu..."
Selengkapnya...

Kamis, 20 September 2012

MENEMPATKAN DIRI DENGAN BAIK

Oleh: Bpk St Lomser Hutabalian, S.Th. GPI Sidang Tembesi-Batam



Yosua 14:1-5 
“Inilah semuanya yang diterima oleh orang Israel sebagai milik pusakadi tanah Kanaan, yang telah dibagikankepada orang Israeloleh imam Eleazar,dan Yosua bin Nun dan para kepala kaum keluarga dari suku-suku mereka,dengan mengundimilik pusaka itu, seperti yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa mengenai suku-sukuyang sembilan setengah itu.
Selengkapnya...

Jumat, 14 September 2012

Kasih-Nya tak Berubah

Pdt M Nainggolan, S.E, S.Th
Oleh: Pdt Manahan Nainggolan, S.E, S.Th
Pimpinan Sidang GPI Tani Asli-Medan

Nats: Roma 8:38-39

Sebab aku yakin bahwa baik maut, maupun hidup..tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita
Selengkapnya...

Senin, 27 Agustus 2012

Mengapa anda DIHAJAR Tuhan?? Ini dia...

Bpk Pdt Elia bersama istri dan anak2
Oleh:  Pdt Elia Siregar, S.Th. Gemba Sidang GPI Lippo Cikarang-Jakarta

Nats FT: 
Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, r  seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi

Dalam melaksanakan kasih, Tuhan terbiasa mendidik kita dgn berbagai macam cara. Dan salah satu cara yg biasa Tuhan lakukan yaitu dgn menegor dan menghajar (wahyu 3 : 19), sayangnya banyak anak-anak Tuhan tidak menyadari ini, bahkan, berburuk sangka kepada Tuhan. Dengan berkata,"Tuhan tidak adil, Tuhan tidak perduli. Dia tidak menyadari bahwa tanpa "cemeti" dari Tuhan dia tidak akan bertumbuh dan menjadi dewasa.

"Kurikulum" pendidikan Tuhan jelas,yaitu : Kasih - Pukulan - Pembentukan - Kedewasaan.

Sehingga jika kita mengalami tekanan, persoalan, jgn langsung membabi buta menuduh Tuhan tidak baik. Tapi jika kamu dikasihi Tuhan, kamu harus mengalami pukulan dan pembentukan, supaya kamu menjadi dewasa dan menjadi pewaris harta dibumi dan juga yang disurga. Allah tidak akan ragu lagi mempercayai anda untuk mengelola berkat yang Tuhan limpahkan untukmu.

Tuhan tahu, kamu sanggup mengelolanya untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tetapi jika saudara masih labil, belum akil balik dan belum dewasa, siapa yang akan mempercayakan berkat buat saudara? Tuhan tahu, nanti berkat itu tidak akan terkelola dengan baik, dan bahkan bisa jadi ber efek buruk bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Untuk itu jika saudara masuk dalam proses pendidikan Tuhan,maka.....

1.Tetaplah setia ikut Tuhan dan ikut prosesnya.

Jangan berhenti atau jangan mundur. Sebab jika kita tetap ikut, kita tetap punya fokus dan tujuan, tapi jika saudara mundur," saudara kehilangan arah dan kehilangan tujuan.

2. Selalu bersyukur.

Kalaupun kita didalam proses pembentukan Tuhan, tetapi pemeliharaan Tuhan tidak pernah berhenti. Malah bagi yang masuk dalam prosesnya Tuhan. Mata Tuhan secara Khusus tertuju bagi mereka. Oleh sebab itu kita pantas bersyukur sebab penjagaan dan pemeliharaan Tuhan tetap berjalan.

3. Bersabarlah sebab besar upah yang menanti (Ibrani 10:32-35).

 Orang yang masuk dalam proses Tuhan, mereka tidak lagi mencari-cari berkat atau berjibaku untuk mendapatkan penghidupan, tetapi berkatlah yang "menanti-nanti" mereka. Sehingga setelah mereka "lulus" Tuhan sudah menyediakan berkat bagi mereka, kehidupan dibumi ini dan kehidupan kekal disurga....

HALELUYA
Selengkapnya...

Kamis, 16 Agustus 2012

Bagaimana Saudara Akan Mati ???

Oleh: Gr. Sahala Napitupulu, GPI Sidang Ujung Aspal-Jakarta

Sebuah keniscayaan bahwa suatu hari nanti kita akan mati. Tetapi, bagaimana dan dimana kita akan menghembuskan nafas terakhir kita, itulah soalnya. Sehingga disini kita tidak akan bicara tentang apa itu kematian atau tabir kematian. Dan kita pun harus sepakat lebih dahulu, bahwa waktu kematian setiap orang ada ditanganTuhan. Singkatnya, disini kita tidak mempersoalkan tentangWhat and When, melainkan Where and How dari kematian setiap orang itu.

Beberapa waktu lalu, salah seorang sintua kami St.S.Situmorang telah pergi menghadap Bapa di sorga. Dia meninggal dunia saat beliau tengah melayani Firman Tuhan, saat kami dalam ibadah jumat malam di GPI Ujung Aspal, Bekasi. Saat beliau berkotbah malam itu terasa bagi kami berbeda memang. Tidak saja ia meyani dengan penuh semangat, namun juga penampilannya untuk melayani.

Malam itu ia mengenakan pakaian lengkap dengan dasi dan jas, sesuatu yang tidak pernah kami lakukan dalam ibadah malam, khususnya bagi kami para sintua dan guru injil. Sintua kita ini barangkali melayani hanya antara10 15 menit sebelum akhirnya ia meninggalkan dunia yang fana ini. Dalam istilah dunia kedokteran, sebab kematiannya disebut sebagai heart attack atau serangan jantung. 

Dan kita juga baru mendapat kabar bahwa beberapa waktu lalu (Minggu 29 Juli 2012) , salah seorang guru injil kita dari GPI Sm.Raja Medan, Gr.T.Siburian, menghembuskan nafas terakhirnya ketika ia baru saja selesai berkotbah. Bisa diduga sebab kematiannya juga karena serangan jantung. Dan saya yakin, sebelum Sintua Situmorang dan Gr.T. Siburian, telah ada hamba-hamba Tuhan lainnya yg sudah lebih dahulu mengalami kasus yang sama.

Pertanyaan saya : Apakah menghadapi kematian dengan cara seperti itu bagi seorang hamba Tuhan, ia elegant atau tidak ? Mereka mati pada saat melayani, apakah ini sebuah kebodohan dan kekonyolan atau kematian yang indah ?

Sepuluh tahun lalu, St.K.M.Sinaga, pendiri PT.Asuransi Bumi Asih Jaya, memberi kepercayaan kepada saya untuk menuliskan perjalanan hidupnya atau membuat buku biografinya. Buku tersebut telah selesai saya tulis dan diberi kata pengantar oleh mantan Ephorus HKBP, Dr.S.A.E.Nababan. Banyak hal yang saya dapat dari perjalanan hidup pak St.K.M.Sinaga ini.

Namun, salah satu yang paling mengesankan saya ialah bahwa beliau setiap hari melakukan latihan untuk mati. Ia menelentangkan dirinya diatas lantai dan seolah-olah ia dalam keadaan mati. Ia lakukan latihan itu setiap hari dan sudah berjalan selama puluhan tahun dengan penuh disiplin antara 5 - 10 menit.

Ketika saya tanya, mengapa ia perlu latihan seperti itu ? Jawabnya kepada saya, kematian itu bagi orang percaya bukan lagi sesuatu yang menakutkan, kematian itu bahkan bila perlu dirindukan, oleh karena kematian itu adalah sebuah keuntungan. Ia lalu mengutip teks dari surat rasul Paulus bahwa hidup bagiku adalah Kristus dan mati adalah keuntungan ! Ia ingin ketika kematian itu datang menjempunya, maka tak ada satu anggota tubuhnya yang merasa keberatan, dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya telah siap bila ajalnya telah tiba.

Sesungguhnya saya merasa bangga dengan hamba-hamba Tuhan kita yg meninggal dunia didalam kesetiaannya, setia pada panggilan pelayananNya sampai pada nafas terakhirnya. Padahal setiap kita pasti tahu, menjadi hamba Tuhan di Gereja Pentakosta Indonesia ini lebih banyak hanya karena loyalitas pada GPI sekalipun GPI tak mampu menggaji mereka. Bahkan saya melihat, banyak hamba-hamba Tuhan di GPI ini secara materi hidupnya dibawah garis kemiskinan ! Namun sekalipun hidup mereka dalam kemiskinan materi dan pelayanan mereka tanpa gaji, tetapi saya melihat mereka masih setia melayani, bahkan sampai pada akhir hidupnya !

Jika kita berbicara tentang hidup dalam kemiskinan materi, maka sudah terbayang bagi kita makanan seperti apa yang mereka konsumsi sehari-hari. Pola hidup dengan makanan sehat, bergizi, bervitamin tentu hanya bisa dipenuhi bagi mereka yang hidupnya telah keluar dari kemiskinan materi. Maka bagi saya sangat anomali, jika kita meletakkan standard pola hidup sehat kepada para hamba Tuhan GPI tanpa lebih dahulu memikirkan kesejahteraan eknomi mereka. Karena itu, saya kira, management GPI kedepannya kalaupun belum bisa menggaji para hamba Tuhannya, setidaknya setiap hamba Tuhan di GPI hidupnya telah diasuransikan, seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Sehingga apabila ada hamba Tuhan GPI yang sakit, maka pihak asuransi yang akan mencover biaya perawatannya dan bila ada hamba Tuhan kita meninggal dunia maka ada sejumlah uang yang memadai yang bisa diterima oleh janda-janda hamba Tuhan GPI.

Kembali kepada soal kematian hamba Tuhan tadi. Mereka telah meninggalkan dunia yang fana ini saat mereka melayani firman Tuhan,  tentu sangat mengharukan dan membanggakan dimata saya. Pertama, karena mereka telah membuktikan loyalitas mereka kepada Kristus dan kepada GPI.Dalam bahasa rasul Paulus bahwa mereka lah yang disebut telah mencapai garis akhir dan mahkota kemenangan dan kehidupan akan menjadi bagian mereka.

kedua, mereka telah meninggalkan dunia yang fana ini tanpa proses yang sulit dan mengkuras dana yang besar. Tentu kita sudah seringkali mendengarkan, banyak orang sebelum meninggal dunia, mereka telah melewati pengobatan demi pengobatan, keluar masuk rumah sakit dalam negeri bahkan luar negeri. Puluhan juta bahkan ratusan juta harus ditanggung oleh keluarga yg ditinggalkan. Terbayangkah oleh kita, jika hal yang demikian harus dialami oleh hamba-hamba Tuhan GPI, dimana hidup sehar-hari mereka saja masih jauh dari kecukupan.? Oleh karena itu, patutlah kita bersyukur karena mereka meninggalkan kita dengan sebuah teladan yaitu setia melayani sampai pada nafas penghabisan. Dan Tuhan memanggil mereka tanpa proses yang sulit dan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Sebagai bagian penutup, saya ingin mengulang apa yang pernah saya kotbahkan di GPI Ujung Aspal beberapa tahun lalu. Jika kita tahu bahwa suatu hari nanti kita toh akan mati, mengapa kita tidak pernah berdoa atau meminta kepada Tuhan bagaimana cara mati kita ? Mengapa yang kita minta hanya soal berkat dan kesembuhan saja dari Tuhan ? Pernahkah saudara meminta kepada Tuhan bagaimana supaya mati kita dengan elegant, mati kita dengan indah ?

Salam pentakosta.

Bekasi 4 Agustus 2012.
Selengkapnya...