Kita terpanggil menjadi pendoa. Haleluya

Senin, 11 Juni 2012

Penderitaan Yang Berkepanjangan, Yesus Solusinya

Oleh: Pdt B Damanik (Jakarta)
 
Markus 5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Penyakit yang dialami oleh manusia biasanya disebabkan oleh:
  1. Akibat perbuatan / gaya hidup sendiri. Misalnya orang yang tidak mengatur jam makan nya dengan baik menyebabkan penyakit maag; orang yang tidak mampu menguasai diri terhadap makanan berlemak/berkolesterol menyebabkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, serangan jantung dsb;
  2. Berasal dari dukun / okultisme, misalnya santet
  3. Penyakit yang Tuhan izinkan dialami oleh manusia, terkadang menjadi sebuah tegoran bagi manusia karena Tuhan mengasihi (Wahyu 3:19) , juga agar rencana Tuhan digenapi.
Kesembuhan bisa berasal dari:
  1. Medis / Kedokteran / Obat-obatan >> Bisa sembuh, namun dosa TETAP ada
  2. Dukun >> Bisa sembuh, dosa TETAP bahkan dosa BERTAMBAH
  3. Tuhan Yesus >> Sembuh, dosa DIAMPUNI
Wanita yang memiliki penyakit pendarahan tersebut mengalami 3 (tiga) jenis PENDERITAAN:
  1. Penderitaan Fisik, pendarahan selama 12 tahun pasti mengalami penderitaan fisik yang luar biasa. Secara medis seharusnya wanita tersebut seharusnya mati dalam waktu 1 tahun karena mengalami pendarahan, namun Tuhan mengizinkan pendarahan tersebut terjadi selama 12 tahun dan wanita tersebut tetap hidup karena rencana kesembuhan Tuhan memang harus digenapi.
  2. Penderitaan Ekonomi, akibat penyakit yang berkepanjangan wanita tersebut sudah mengeluarkan biaya yang sangat besar, bahkan dikatakan semua yang ada padanya sudah habis.
  3. Penderitaan Batin, akibat penyakit yang dialami selama 12 tahun ini pasti mengakibatkan tekanan batin karena dianggap memiliki penyakit yang aneh, penyakit yang tidak wajar, sehingga mungkin ada orang yang memandang aneh terhadap wanita tersebut.
dalam penderitaannya itu, wanita tersebut banyak mendengar berita tentang Yesus, sehingga ia bertindak dengan IMAN bahwa dengan menjamah jumbai jubah Yesus penyakitnya akan sembuh. Saat ini , ketika kita mengalami masalah atau penyakit kita tidak perlu seperti wanita ini yang ingin menjamah jumbai jubah Yesus, karena Yesus tidak lagi secara fisik ada di bumi, namun BERTINDAKLAH DENGAN IMAN, dan DATANG PADA YESUS, maka di setiap persoalan, sakit penyakit , YESUS akan menjadi SOLUSInya.

Maju Terus dalam Tuhan, HALELUYA....!!
Selengkapnya...

Minggu, 03 Juni 2012

POWER LOOK: TEMPORER DAN BERUBAH-UBAH, BAHKAN MENGELABUI

Oleh: Rev. Dr. MH Siburian, M.Min

Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengempang-ngempang rambut, memakai perhiasan emas dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari Roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga dimata Allah (I Petrus 2:3-4).

Adalah terlalu naif untuk mengatakan bahwa Rasul Petrus sangat anti kepada perhiasan dan pakaian indah. Hanya, ia melihat sisi yang lebih dalam dari manusia itu yang justru lebih penting diberi perhiasan yang indah-indah daripada luarnya saja. Nats ini memang khusus untuk kaum perempuan yang telah menjadi isteri dari suami tercinta. Hubungan suami isteri, seperti maksud ayat ini, jangan didasarkan kepada hubungan yang bersifat luar saja, yang nampak dan sering sangat manipulatif. Bisa saja saya merasa tertarik dengan segera, setelah mata saya terbujuk oleh “ penampilan “ yang memang sudah dirancang, diatur dan dipertunjukkan.

Hampir semua elemen kemanusiaan telah memaanfatkan “power look” ini. Suatu kuasa yang secara instant dapat mempengaruhi orang lain. Mereka dalam sesaat dapat menjadi suka akan kita. Fashion show adalah salah satu bukti dari power look. “pakaian indah” telah menjadi salah satu budaya yang sentral dari kehidupan masyarakat modern. Penampilan yang dapat dinikmati oleh orang “bermata” dan “berduit” ini telah mendirikan perusahaan multi jutaan dollar di hampir setiap ibukota negara. Begitu manipulatifnya fashion show ini sehingga jarak waktu antara model pakaian “kolot” dengan model pakaian “model” bisa dalam beberapa hari saja. Dengan sendirinya rasa kesukaan dan kesenangan saya terhadap si pemakai terpengaruh dari waktu ke waktu yang sangat singkat. 

Eropa dan Amerika Serikat menjadi pusat kegiatan ini, namun nampaknya ini tidak menolong para suami semakin mencintai para isteri atau sebaliknya. Justru di ke dua benua inilah “survei membuktikan” persentase angka perceraian semakin menggila. Penampilan yang dapat membuat suami suka akan kita tetap akan jalan terus tetapi perceraian juga jalan terus. Petrus mencoba mengingatkan kita agar jangan mengharapkan hubungan yang baik karena kepintaran menggunakan teknik dan taktik untuk mempengaruhi orang lain agar suka kepada kita. 

Itu bukan berarti kita anti penampilan yang baik. Power look telah membuat banyak orang berhasil tetapi cara ini sifatnya temporer dan berubah-ubah bahkan sering sekali sangat bersifat mengelabui (deceptive). Sebagai orang percaya kita harus masuk lebih dalam. Tidak hanya sekedar di atas permukaan. Petrus mengatakan manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa. Paulus mengatakan; “manusia batiniah yang dibaharui dari sehari ke sehari (II Korintus 4:16b). Alangkah baiknya bila kita tersenyum bila di dalam hati ada sukacita, ada damai sejahtera (Galatia 5:22). Tetapi jikalau kita tersenyum walaupun kita tidak suka semata-mata agar orang lain tertarik maka setiap hari kita akan bersandiwara. Itu kalau kita aktor yang baik senyumnya akan menawan banyak teman kalau orang yang ompong sama sekali, senyumlah agar orang lain tertarik, hasilnya bisa mengecewakan karena kita dilihat orang lain seperti ¼ orang menangis, ¼ tertawa, ¼ lagi seperti stress dan ¼ lagi seperti apaan.

Rasul Paulus menekankan pentingnya kita memelihara karakter manusia batiniah kita. Dengan demikian kita mempunyai kharakter yang memang adalah diri kita sendiri dan bukan kharakter yang kondusional atau situsional. Dia berbicara tentang buah Roh yang paling sedikit berjumlah 9 (Galatia 5), sebagai kharakter orang Kristen yang permanen yang tidak dipelajari di Akademik, tetapi yang muncul dari manusia batiniah yang diciptakan segambar dengan Allah. Tidak karena kita tamat sekolah Jhon Robert Power sehingga kita memiliki etika. Bukan diperoleh dari artifisial school sehingga kita mempunyai comunication skill. 

Sangat berbeda saya tertawa agar saya gembira dengan saya gembira maka saya tertawa. Yang satu adalah artifisial dan yang terakhir adalah kharakter asli kita. Saya memberikan pertolongan agar saya dikenal sebagai orang yang suka mengasihi dengan karena saya memiliki kasih maka saya memberikan pertolongan. Yang satu adalah skill, sedang yang terakhir adalah kharakter. 

Untuk itu, peliharalah manusia batiniah yang diperhiasi dengan segala yang baik dan hikmat yang tidak akan pernah punah dan bersifat universal. Kita tidak akan mendegradasikan keKristenan kita kepada kharakter artifisial, tetapi kita juga adalah dimensi manusia batiniah yang berkharakter sorgawi

***dikutip dari website resmi GPI Selengkapnya...

Kamis, 31 Mei 2012

GEREJA SEBAGAI MEMPELAI KRISTUS ( I Pet 3:3-5)

Surat ini memang ditujukan oleh Petrus kepada kaum perempuan saja, dimana Petrus mencoba memperbaiki cara hidup dari perempuan-perempuan yg hanya fokus menghiasi dirinya secara lahiriah saja.  Kita tahu keindahan itu sangat perlu bagi setiap orang, khususnya bagi kaum perempuan.  Dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya diperindah dan dipercantik, yg dulu rambut lurus dikeritingkan, sekarang yang keriting malah diluruskan, bulu alis dicukur, bulu mata dilentikin, kulit dirawat supaya putih bersih bersinar, kukupun dikikir, dihaluskan dan dibentuk.  Semuanya ini adalah upaya supaya perempuan itu terlihat cantik dan menarik.  Waktu, tenaga dan dana habis untuk itu padahal cantik sesungguhnya dari perempuan itu bukanlah fisiknya, tetapi cantik yang sesungguhnya adalah cantik bathiniah (Inner beauty).

Kecantikan fisik bersifat sementara dan temporer tetapi inner beaty bersifat abadi.  Dalam terjemahan bahasa inggris ditulis "ageless beauty" atau kecantikan yang abadi.  Walau Petrus menyoroti hal ini secara hurufiah, tetapi secara allegoris hal ini juga berbicara tentang gereja-gereja Tuhan pada masa ini.
Gereja adalah mempelai perempuan sementara Kristus sebagai mempelai laki-laki, gereja sebagai mempelai Kristus sering hanya menghiasi dirinya secara lahiriah yang tujuannya supaya orang yg melihatnya terlihat menarik, sementara tujuan gereja yang sesungguhnya diabaikan dan tidak dilakukan.
Contoh : Gereja dalam memberikan persembahan mengupayakan mengisi ketiga kantong persembahan seminimal mungkin,  hanya supaya ketiga persembahan terisi dan ia tidak merasa malu jika ia melewati salah satu dari tiga kantong persembahan tsb, padahal dalam memberi, harus memberi dgn iman dan memberi yang terbaik bukan supaya terlihat orang banyak bahwa ia memberi persembahan untuk ketiga kantong yang dijalankan, inilah kecantikan lahiriah itu.

Gereja masih ada dan tetap berjalan tetapi fungsinya sudah lumpuh dan mati.  Kalau biasanya orang mengabarkan injil supaya orang bertobat, mengenal Kristus dan menerima Kristus dalam hidupnya, berganti supaya ia terkenal dan jadwal "manggung" khotbahnya menjadi padat atau supaya orang datang berbondong-bondong beribadah digerejanya.  Yang lain membangun gedung gerejanya dengan super mewah supaya gerejanya terlihat lebih hebat dari gereja yang lain, sementara fakir miskin dan jompo di abaikan dan tidak diperdulikan.  Tujuan gereja yang sesungguhnya tidak dilakukan tetapi yang bukan tujuan gereja dilaksanakan. Anehnya banyak gereja yang tidak menyadari kekeliruannya ini yaitu hanya mempercantik gereja fisik saja sementara tujuan gereja yang sesungguhnya tidak dilakukan.  Kalau begitu," Bagaimanakah gereja bersikap sehingga terlihat menarik dan cantik yang sesungguhnya???

1. Milikilah sikap yang lemah lembut dan tentram ( 1 Petrus 3 : 4,,,,,,,,,perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tentram. )  Lemah lembut artinya bersifat sabar menghadapi dan mengarahkan setiap orang untuk mengenal Tuhan.  Gereja Tuhan harus bersifat sabar dalam melayani tetapi tentram didalam pimpinan Tuhan dan tentram dalam pimpinan gembala, atasan kita dalam melayani.  Dalam melayani, kita sering terpancing untuk tidak lemah lembut, kondisi sering memaksa kita untuk tidak sabar, tapi semua itu merupaka siasat siiblis supaya kita tidak indah dan menarik.  untuk itu dalam melayani prinsip lemah lembut dan tentram wajib dimiliki setiap gereja Tuhan.

2. Berpengharapan kepada Allah  1 Petrus 3 : 5 ........yang menaruh pengharapannya kepada Allah.  Bandingkan dengan Yeremia 17 : 7 - 8 ,,,,,,, Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!.
Semua Gereja Tuhan harus berpengharapan kepada Allah bukan kepada kekuatannya, koneksinya dan kekuatan-kekuatan lain didunia ini.  Kondisi yang dialami gereja diakhir zaman ini seharusnya memperbesar pengharapan gereja terhadap Tuhan yang mengendalikan dunia ini tetapi faktanya gereja lebih fokus mencari pertolongan kepada manusia.  Karena kita menganggap karya Tuhan bersifat abstrak, normatif sementara pertolongan manusia dianggap lebih praktis dan lebih nyata. 
Memang dibutuhkan penundukkan diri yang sungguh-sungguh dalam kita berharap kepada Tuhan, karena pola yang dipakai Tuhan untuk memelihara kita adalah pola Tuhan bukan pola manusia, sehingga terkesan kuasa Tuhan bersifat abstrak.  Padahal kuasa Tuhan nyata jauh lebih nyata dibanding hukum-hukum alam dan hukum-hukum lainnya yang kita kenal.
3. Melakukan kebenaran  ( 1 Petrus 3;5,,,,,,,,,yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya.
Perempuan yang tunduk kepada suaminya adalah perempuan yang melakukan kebenaran,,,,,lih Efesus 5 : 22.  Jadi gereja juga harus lebih mengutamakan kehendak Tuhan daripada keinginan-keinginan kita pribadi. gereja harus hidup dalam kebenaran. jika gereja itu tidak hidup dalam kebenaran, bagaimana mungkin gereja bisa melayani dan memenangkan banyak jiwa. malah gereja yang tidak hidup dalam kebenaran akan membuat gereja itu mundur, tetapi gereja yang hidup dalam kebenaran akan bertumbuh dan berkembang dan gereja yang demikian adalah gereja yang terbilang cantik dan menarik secara utuh,
Sudahkah saudara memiliki sikap yang lemah lembut, berpengharapan kepada Allah dan sudahkah melakukan kebenara???jika sudah," andalah Gereja yang sungguh-sungguh cantk dan menarik,,,,Haleluya.


Pdm. Elia Siregar S.Th

GPI Lippo Cikarang-Bekasi

Selengkapnya...

Minggu, 27 Mei 2012

Kita, untuk mereka.!!


HALELUYA…!

Salam JDNR , Api Pentakosta tetap menyala!

Berbagai warna kehidupan sedang terjadi di depan kita, berbagai warna pelayanan juga sedang dialamai Gereja. Menangis adalah reaksi spontan yang tertunjukkan ketika mengalami kesulitan, tertawa adalah refleksi kegembiraan ketika mendapatkan atau menemukan dambaannya.  Lambang-lambang ikatan kebersamaan diikrarkan dimana-mana tetapi perwujudan keadilan dan kasih adalah bagian yang paling sempit untuk dapat ditunjukkan.
Dari gambaran keadaan kehidupan diatas, secara jujur banyak kendala kita untuk menyentuhnya secara langsung ketika kita ingin menghapus air mata mereka, ketika kita ingin meluruskan sukacita mereka, ketika kita ingin proklamirkan kasih itu dengan ungkapan dan perbuatan kita. Namun kita tidak kehilangan akal, tidak kehilangan kesempatan, untuk menjadi berkat dari semua yang terjadi ini.

Satu tetes air mata, sepatah dua kata kalimat doa-doa, itu sangat berarti bila  dilakukan dengan penuh tanggung jawab; Karena engkau perduli, karena engkau terpanggil, karena engkau ingin menjadi berkat bagi orang lain.

Jaringan Doa Nasional Rajawali (JDNR) adalah sarana nya, mari terus berdoa untuk membesarkan kerajaan Allah di bumi ini, mari terus berdoa untuk bangsa dan negeri ini, mari terus berdoa untuk umat Tuhan di Indonesia, mari terus berdoa untuk Gereja Pentakosta Indonesia, untuk Para Hamba-Nya dan untuk keluarga-keluarga.

TUHAN YESUS MEMBERKATI!


Salam Pentakosta…Haleluya !
Komisaris JDNR,


( Pdt. A. Tarigan, STh )
Selengkapnya...

Rabu, 04 Januari 2012

Selamat Tahun Baru

Segenap Pengurus Jaringan Doa Nasional Rajawali (JDNR) Gereja Pentakosta Indonesia

Mengucapkan: 

SELAMAT TAHUN BARU 2012.   Biarlah Tahun 2012 menjadi momentum Kebangkitan Gerakan doa bagi segenap umat dan khususnya Generasi Muda Gereja Pentakosta Indonesia.


HALELUYA!!! Selengkapnya...