Kita terpanggil menjadi pendoa. Haleluya

Kamis, 12 Juli 2012

MENGALAHKAN DUNIA DENGAN HATI

Oleh Pdt S Sihombing, Gembala Sidang GPI Kisaran II/Pembantu Umum Wilayah Asahan Sekitarnya

Jangan pernah minder jika kita merasa tidak memiliki fisik yang sempurna, atau bahkan jauh dari kata itu. Jangan pernah kehilangan kepercayaan diri jika kita merasa tidak memiliki kepintaran yang mencengangkan atau bakat tertentu seperti yang orang lain miliki. Ingatlah bahwa kualitas hidup kita tidak diukur dari hal-hal tersebut. Ketika Allah mengukur seseorang, Allah tidak pernah mengukur lingkar badannya, Allah juga tidak mengukur lingkar kepalanya, namun Allah mengukur lingkar hatinya !
Yakinlah bahwa dihadapan Allah, hati jauh lebih penting dari penampilan fisik maupun kepintaran. Daud sudah membuktikan hal itu. Meski sepertinya kakak-kakak Daud memiliki penampilan fisik yang jauh lebih sempurna dibandingkan Daud. bahkan kakak-kakak Daud juga memiliki kepintaran ( ilmu ) dan pengalaman perang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan Daud, namun toh Allah menjatuhkan pilihan kepada Daud. Mengapa demikian ? Jawabannya adalah karena Allah selalu mengukur lingkar hati bukan lingkar badan maupun lingkar kepala !
Perhatikanlah murid-murid Yesus, bukankah mereka adalah orang-orang yang sangat sederhana ? lingkar kepala mereka mungkin kecil, tapi lingkar hati mereka sangat luas. Itu sebabnya Tuhan memakai mereka untuk menggoncangkan dunia, bahkan mempermalukan orang-orang yang merasa dirinya berhikmat. Rasul Paulus berkata dalam 1 Korintus 1 :27 ”Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.”
Jika kita rindu untuk dipakai Tuhan, yang terutama adalah mempersiapkan hati kita, bukan penampilan maupun kepandaian kita. Milikilah hati yang taat seperti seorang hamba, hati yang siap untuk dibentuk, hati yang dipimpin oleh ketulusan, hati yang lembut, hati yang melimpah dengan kebaikan dan kemurahan. Tuhan sedang mendapati dan siap melihat hati kita untuk dipakaiNya menjadi HambaNya, tetapi, apakah kita sudah siap juga untuk dengan hati yang kita  memiliki ini ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar