Kita terpanggil menjadi pendoa. Haleluya

Minggu, 08 Juli 2012

Mujizat bagi pribadi yang berkarakter Illahi

Oleh: Pdm Elia Siregar,S.Th. Gemba Sidang Lippo Cikarang-Jakarta
Dalam pasal 8 : 5-13, kita menemukan bahwa Perwira ini bukanlah orang Israel, tapi karakternya melebihi karakter orang-orang Israel pada umunya.  Dan karakter perwira ini menghadirkan mujizat bagi dirinya dan bagi orang-orang disekitarnya. ada beberapa karakter yang dimiliki oleh Perwira itu, dimana karakter itu identik dengan karakter Illahi, dan karakter itu adalah :
1.Pribadi yang hidup dengan Kasih.....
Ada banyak orang bicara tentang kasih, berkhotbah tentang kasih, dan membaca literatur tentang kasih, tapi tidak melakukan dan mempraktekkannya.  Tapi berbeda dengan Perwira ini, Dia benar-benar hidup dengan kasih.  Hal ini terlihat dari kerinduannya, supaya hambanya yang sakit bisa sembuh, Perwira itu sangat iba dengan kondisi hambanya.  Si Perwira berkata," Grievously tormented  (Hambanya menyedihkan dan tersiksa ) dalam terjemahan lain ditulis,,,"He can't move (Dia tidak bisa bergerak ).  Nampaknya hambanya ini sudah lama tergeletak dan tidak bisa berdiri atau berjalan, dan hal ini menjadi beban bagi perwira itu, tetapi dipikiran siperwira yang timbul adalah rasa iba dan kasihan, sehingga Ia mengupayakan kesembuhan hambanya itu.  Kalau orang lain, mungkin akan berkata, pulangkan dan ganti dengan hamba yang lebih sehat, jangankan seorang hamba," orang tuapun sering di"ping pong" kesana kemari karena ia sakit-sakitan. ( Dijakarta pernah terjadi, dimana anak-anaknya meletakkan bapanya dibawah jembatan layang, dan hanya dibekali sebotol air mineral, karena orang tuanya sakit-sakitan dan anak-anaknya tidak ada yang mau mengurus. dan beberapa hari kemudian bapanya ini meninggal, pihak kepolisian menganggap ini pembunuhan, padahal setelah diusut, ternyata anak-anaknya yang sengaja meletakkan bapanya dibawah jembatan layang.), banyak orang sudah kehilangan kasih, tetapi Si Perwira benar-benar mengasihi hambanya itu.

2. Perwira yang rendah hati
Jabatannya sebagai perwira memungkinkan dia dihormati dan disegani oleh banyak orang, dan kondisi ini sering membuat karakter seseorang terbentuk menjadi sombong dan arogan, tetapi siPerwira bukanlah demikian, bahkan dia memiliki karakter yang rendah hati, hal ini terbukti dengan perkataannya,"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan didalam rumahku.  Dalam bahasa inggris ditulis,"under the roof = dibawah atap , menunjuk tempat yang sangat sederhana, bahkan terkesan seperti rumah peristirahatan dikebun atau disawah.  dan caranya meminta tolongpun dengan cara memohon (Beseeching ), bukan dengan gaya ala militer, tapi dia datang menghadap Yesus dengan rendah hati.  Memang benarlah Firman Tuhan yang berkata," bahwa Allah menetang orang yang tinggi hati. tetapi dekat dengan orang yang remuk hati.  Mujizat terjadi bagi Perwira dan hambanya karena si Perwiran hidup dengan kerendahan hati.

3.Perwira yang percaya akan kuasa perkataan Firman
,,,,,,,Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh (Ayat 8b ),Kebanyakan manusia dipengaruhi oleh konsev "Materialistis dan kebendaan " sehingga materialistis melekat dan mensyugetsi banyak orang, sehingga rasa aman dan nyaman hanya bisa didapatkan dari materi-materi yang ada disekitar kita, dan segala yang bersifat abstrak (walaupun rill adanya ) tidak begitu diyakini untuk mempengaruhi hidup.
Sebagai contoh : Orang yang sakit akan merasa lebih nyaman jika dia minum obat (Materi ) atau diterapi (Materi ), jika dibanding dengan doa (Bukan materi ), jika hanya didoakan kurang begitu "" Mengena ", sehingga perlu ada media seperti minyak, sapu tangan dsb. padahal sebenarnya cukup kita percaya saja kepada perkataan Yesus.  Minyak, sapu tangan dan media-media yang lain sebenarnya bukanlah subtansi dari kesembuhan itu, tapi kenapa kita melakukan itu?? itulah pengaruh "Materialistis dan kebendaan" yang menyusup dihidup kita.  Tapi perwira itu tau, bahwa perkatan Yesus itu berkuasa, tidak perlu materi-materi lain dan kehadiran Yesus, cukup dengan perkataan Yesus Perwira itu yakin bahwa hambanya pasti sembuh.
Wouw!!!Iman yang fantastis, dan Yesuspun heran dengan iman yang dimiliki oleh Perwira tsb.

4. Perwira itu percaya bahwa Yesus punya otoritas atas semua aspek hidup
........Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu : Pergi!! maka ia akan pergi (Matius 7 : 9a ), Perwira itu percaya bahwa semua yang ada dijagat raya ini ada dalam kuasa dan dibawah otoritas Yesus. sama seperti otoritas yang dia miliki terhadap bawahannya dan otoritas atasannya terhadap dirinya, maka demikianlah Yesus punya otoritas atas semua alam semesta dan manusia.
Jadi karakter-karakter demikian sanggup menghadirkan mujizat dalam hidup kita setiap hari, sehingga hidup kita terpelihara sampai maranatha Tuhan datang, asal kita selalu mengasihi, rendah hati dan Meyakini kuasa perkataan dari Yesus dan percaya bahwa Yesus punya otoritas....Haleluyah!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar